Selama 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia. Hal ini menjadi pendorong bagi meningkatnya average selling price (ASP) sekitar 15 persen. Sebagai informasi, permintaan cetakan sarung tangan global pada tahun ini melonjak lebih dari 100 persen, di mana supply seluruh dunia hanya naik lebih kurang 30 persen dan MARK terus berusaha memenuhi supply side.
MARK bahkan telah mengantongi kontrak penjualan sebesar sekitar 70 juta Dolar AS untuk pengapalan pada 2021. Produk perseroan ini laku keras seiring dengan permintaan sarung tangan secara global.
"Pada kontrak mendatang, selain Malaysia, produsen sarung tangan juga berasal dari beberapa negara seperti China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat,” ujar Ridwan.
Penjualan MARK selama ini berorientasi pada pasar ekspor dengan komposisi sekitar 77 persen, dan pasar domestik sekitar 33 persen. Porsi penjualan lokal meningkat menjadi 33 persen dikarenakan hasil konsolidasi dengan perusahaan anak yang baru di akuisisi pada Juli 2020 lalu.
Penjualan ekspor dari MARK sendiri terus stabil dengan komposisi ekspor 95 persen dan domestik sebesar 5 persen. Mengingat negara yang menjadi tujuan ekspor utama MARK adalah Malaysia, yang merupakan produsen sarung tangan yang memiliki 65 persen pangsa pasar sarung tangan di dunia.