TEBINGTINGGI, iNews.id - Pencopotan lima kepala sekolah di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, mendadak viral di media sosial. Di tengah polemik tersebut, muncul dugaan pergantian jabatan berkaitan dengan pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah, tetapi tudingan itu dibantah Dinas Pendidikan setempat.
Salah satu kepala sekolah menduga pencopotan berkaitan dengan pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang tidak menggunakan vendor yang telah ditunjuk Dinas Pendidikan.
Kelima kepala sekolah tersebut masing-masing memimpin SDN 163094, SDN 163095, SDN 163084, SDN 163087, dan SDN 166321. Kelima sekolah itu diketahui mendapat alokasi dana revitalisasi tahun anggaran 2026 dengan nilai yang bervariasi, mulai dari sekitar Rp400 juta hingga Rp600 juta.
Salah satu kepala sekolah yang dicopot, Elisa Lubis, mengaku mengetahui pergantian jabatan secara mendadak. Saat pelantikan berlangsung, dia justru masih berada di sekolah untuk mengawasi pembangunan program revitalisasi.
Elisa kemudian mendapat informasi bahwa posisi kepala sekolahnya telah digantikan. Dia menduga pergantian tersebut berkaitan dengan keputusan sekolah mengelola sendiri pembangunan revitalisasi tanpa menggunakan vendor yang disebut ditunjuk dinas.