"Acara pelantikan hari Jumat. Saya berada di sekolah sedang mengawasi pembangunan revitalisasi. Saya pikir saya gak ikut, ternyata ada guru saya yang dilantik menjadi kepala sekolah," ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Elisa mengaku baru mengetahui dirinya telah diganti setelah mendapat informasi dari pihak lain. Dia kemudian mengaitkan pergantian tersebut dengan pelaksanaan revitalisasi di sekolahnya.
"Lalu dapat informasi SD saya diganti. Saya berasumsi gara-gara apa ya, ternyata kami yang laksanakanan revitalisasi sendiri tanpa pihak vendor yang ditunjuk dinas, diganti semua," katanya.
Namun, Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi membantah pencopotan lima kepala sekolah tersebut berkaitan dengan persoalan vendor revitalisasi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Deni Saragih menyatakan rotasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Deni, proses pergantian kepala sekolah telah mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025. Dia juga membantah adanya pencopotan karena kepala sekolah menolak vendor tertentu.