129.922 Keluarga Jadi Sasaran Pendataan Sosial Ekonomi di Yogyakarta

Antara
BPS lakukan sensus penduduk 2020 laniutan. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Mainil mengatakan, jumlah keluarga sasaran dalam program ini sangat mungkin bertambah. Sebab sasaran tidak hanya warga Kota Yogyakarta, namun juga warga luar daerah yang berdomisili di Kota Yogyakarta.

“Meski tidak memiliki KTP atau KK Yogyakarta, sepanjang berdomisili di Yogyakarta tetap akan masuk dalam pendataan, termasuk pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Pendataan ini dirasakan sangat penting, karena akan dijadikan dasar program perlindungan sosial. Dimana 40 persen keluarga di Indonesia yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial adalah hasil pendataan pada 2015.

“Karena ada berbagai dinamika, termasuk pandemi Covid-19, maka akan ada perubahan kondisi di masyarakat. Oleh karenanya, perlu pemutakhiran data melalui registrasi sosial ekonomi,” katanya.

Pendataan ini juga untuk mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrim. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
10 hari lalu

Sidang Kasus Daycare Little Aresha, 11 Pengasuh Menangis Minta Keringanan Hukuman

23 hari lalu

Banyak Warga Tak Ber-KTP Lobar, Dr Syam Soroti Dampaknya ke Fiskal Daerah

27 hari lalu

Kasus Pungli Parkir Foodtruck Bolosego di Alkid Jogja Dihentikan, Ini Alasannya

1 bulan lalu

Detik-Detik Kebakaran Hamzah Batik Malioboro di Yogyakarta, Sempat Terdengar Letupan

1 bulan lalu

Kebakaran Hamzah Batik Malioboro di Yogyakarta, Api Membesar dari Lantai Atas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal