Kasus DBD di Kulonprogo Melonjak, Dinkes Catat Ada 116 Kasus

Kuntadi
Kasus DBD di Kabupaten Kulonprogo pada awal 2022 melonjak. (Foto: Ilustrasi/Ist)


  
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kulonprogo, Eko Damayanti mengatakan, upaya pencegahan kasus DBD sudah dilakukan dengan meningkatkan kapasitas deteksi atau diagnosis kasus. Mereka terus meningkatkan kapasitas deteksi penegakan diagnnosis dengan melakukan pemeriksaan antibodi. 
 
“Kami juga menggandeng dokter untuk melakukan diagnosis, karena gejalanya mirip dengan Covid-19 yang diawali dengan demam yang tinggi,” katanya.

Dinkes Kulonprogo juga melakukan peningkatan kapasitas rumah sakit rujukan kasus DBD. Rumah sakit yang bisa menangani kasus ini harus memilki ruang ICU dan itu biasanya untuk rumah sakit tipe C. 
 
“Upaya pencegahan paling efektif dengan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melibatkan masyarakat,” ujarnya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
1 bulan lalu

3 Anak Sekeluarga di Majalengka Meninggal Diduga karena Virus, Keluarga Jalani Tes Swab

1 bulan lalu

3 Anak Sekeluarga di Majalengka Meninggal Beruntun usai Demam, Diduga karena Virus

2 bulan lalu

Update Korban Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah Jadi 666 Santri, 53 Masih Dirawat di RS

2 bulan lalu

Update Keracunan MBG di Sidoarjo: Korban Tembus 566 Orang, 88 Masih Dirawat

3 bulan lalu

Ramai Kabar 522 Pelajar Terpapar HIV/AIDS, Ini Penjelasan Dinkes Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal