Kekerasan di Papua Tinggi, Peneliti UGM: Masyarakatnya Ingin Hidup Damai

Kuntadi
Peneliti Gugus Tugas Papua UGM berfoto dengan masyarakat Papua. (foto: istimewa)

Gugus tugas, kata Gabrielle telah memetakan peta kasus kekerasan di Papua. Kasus kekerasan yang ada tidak hanya secara vertikal tetapi juga horizontal. Sedangkan konfliknya sudah multidimensi.

“Kasus kekerasan banyak terjadi di pegunungan Papua, dengan kasus tertinggi di Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, dan Nduga,” katanya.

Hasil riset UGM menunjukkan 64 persen motif kekerasan terkait gerakan separatis. Selain itu ada motif politik sekitar 11 persen, balas dendam 10 persen, pemerkosaan dan ekonomi masing-masing dua persen.

sebenarnya sudah melakukan upaya pendekatan untuk menyelesaikan kasus yang ada. Mulai dari menjawab kebutuhan masyarakat agar bisa berubah, kesehatan, pendidikan hingga perbaikan ekonomi. Sedangkan Pendekatan keamanan secara tradisional seperti mengerahkan pasukan tak lagi jadi pilihan.

“Namu, cara itu belum bisa diterima KKB. Mereka perlu didekati secara kultural dan dialog. Pemerintah perlu merangkul tokoh agama dan masyarakat,” kata pengajar Fisipol UGM ini.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
3 hari lalu

Kisah Inspiratif Ayyub Lulus Sarjana Terapan UGM di Usia 20 Tahun, Jadi Wisudawan Termuda

11 hari lalu

Kasus Pembunuhan Bripka Fredy Awes di Yahukimo Terungkap, 5 Orang Ditetapkan Tersangka

11 hari lalu

Kronologi Serangan OPM di Jila, Dandim Mimika Sebut dari 3 Arah dan Kelompok Baru 

11 hari lalu

OPM Bawa Paksa 9 Wanita di Jila Papua Tengah, Bocah SD hingga Remaja Hamil

11 hari lalu

OPM Serang Distrik Jila, 1 Warga Ditembak Mati dan 1 Patah Kaki Dilempar ke Jurang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal