Kisah Pangeran Diponegoro Dikhianati Patih dan Rakyat hingga Terserang Malaria 

Avirista Midaada
Lukisan Pangeran Dipnegoro.

JAKARTA, iNews.id - Perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda pada 1829 mengalami kesulitan. Sebagian masyarakat mulai enggan berjuang bersama.

Tak hanya itu, sejumlah pejabat lokal mengurangi pasokan logistik dan malah berbalik menentang Pangeran Diponegoro.

Dalam buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1825" yang ditulis Peter Carey disebutkan banyak warga lokal yang mengungsi ke wilayah di bawah kendali benteng Belanda karena merasa keamanannya lebih terjamin dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.  

Dalam 15 bulan terakhir pada masa perang, ada kasus di mana warga di daerah kekuasaan Pangeran Diponegoro berbalik melawan pejabat-pejabat culas pendukung Diponegoro.

Warga menghabisi mereka karena begitu besar hasrat penduduk akan perdamaian.

Kebijakan para komandan benteng Belanda juga ikut berpengaruh karena berhasil merebut hati penduduk dengan menjanjikan pemberian bajak gratis, hewan penghela, dan benih gratis jika mau pindah ke wilayah Belanda. 

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal