Penampakan Rumah Bersejarah Serangan Umum 1 Maret, Kondisinya Memprihatinkan

Basuki Utomo
Rumah yang pernah digunakan oleh Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI, Abdul Haris Nasution di Kapanewon Kalibawang, kondisinya memprihatinkan. (Foto: Budi Utomo).

KULONPROGO, iNews.id- Rumah yang dulu pernah digunakan oleh Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI, Abdul Haris Nasution di Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta kondisinya memprihatinkan. Kurangnya perhatian pemerintah menyebabkan rumah bersejarah peristiwa serangan umum 1 Maret dalam perjuangan melawan penjajah semasa perang agresi militerBelanda ke-2 ini nampak terabaikan.

Lokasinya terletak di perbukitan Menoreh yang terpencil wilayah Borogunung, Dusun Boro, Kelurahan Banjarsari, Kapanewon kalibawang, kulonprogo. Rumah yang dulu dimiliki seorang warga bernama Nitirejo ini sebagian nampak telah rusak dan tidak terawat.

Padahal rumah tersebut merupakan saksi bisu sejarah bagaimana sejumlah tokoh penting militer saat itu, seperti Abdul Haris Nasution, Tb Simatupang hingga AE Kawilarang menyusun strategi perang gerilya dan berhasil merebut Kota Yogyakarta selama enam jam atau dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret.

Surat penghargaan dari Staf Angkatan Darat saat perang kemerdekaan. (Foto: Budi Utomo).

Tidak adanya perhatian pemerintah, pihak keluarga ahli waris rumah ini akhirnya rela mengeluarkan biaya pribadi untuk mengganti bagian rumah yang rusak demi menyelamatkan bangunan.

Mustoyo, ahli waris yang merupakan anak Mbah Nitirejo mengatakan, rumah tersebut dulunya masih utuh, namun dimakan usia sebagian rapuh. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal