Penampakan Rumah Bersejarah Serangan Umum 1 Maret, Kondisinya Memprihatinkan

Basuki Utomo
Rumah yang pernah digunakan oleh Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI, Abdul Haris Nasution di Kapanewon Kalibawang, kondisinya memprihatinkan. (Foto: Budi Utomo).

"Saka atau tiang rumah utama masih utuh dan usuk/reng (penyangga genteng) sudah saya ganti karena juga udah lapuk, gebyok sebagian masih ada," ujar Mustoyo, Jumat (1/3/2024).

Selain bangunan utama rumah, ada beberapa saksi sejarah lainnya seperti surat penghargaan dari Staf Angkatan Darat, meja, kursi dibawa ke Museum Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

Rumah yang masih menyimpan sejumlah dokumen serta barang peninggalan bersejarah dan sebagian telah disimpan di museum Monumen Yogya ini telah berubah dari lokasi asli atau lokasi semula. Sebelumnya rumah ini berada lokasi tersembunyi, di atas bukit kecil yang memungkinkan untuk mengamati wilayah sekitarnya.

Hendrika Heni, Dukuh Boro mengatakan, dulunya rumah ini berada di atas gunung. "Karena tidak berpenghuni dan tidak dirawat, kemudian olah ahli warisnya, Pak Mustoyo dipindah ke dekat rumahnya sini, biar bisa dirawat," ucapnya.

Mardi Santoso, Lurah Banjarasri menyampaikan, rumah saksi sejarah yang dulu digunakan dalam perang agresi militer belanda ke-2 yang dikenal Serangan Umum 1 Maret bisa dikenal kembali orang lain.

Pemerintah Desa Banjarasri berharap dukungan serta perhatian pemerintah kabupaten maupun provinsi agar lebih memperhatikan salah satu rumah bersejarah di Kulonprogo ini sebagai tempat wisata edukasi yang dapat berfungsi sebagai media pembelajaran sejarah bagi masyarakat khususnya para generasi muda/ di wilayah kulonprogo dan sekitarnya.

"Kami harap pihak terkait, pemerintah bisa lebih memperhatikan/ sehingga bisa kembali mengenang Desa Banjarasri lewat sejarah," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal