Polisi Sebut Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman Tergabung Komunitas Nyleneh

erfan erlin
Kedua pelaku mutilasi dan korban berteman dalam satu komunitas yang tidak wajar. (foto: istimewa)

Aktivitas tidak wajar itu salah satunya adalah saling melakukan kekerasan satu sama lain. Namun aktivitas ini kebablasan sehingga mengakibatkan korban meninggal. Akibatnya kedua pelaku panik dan memutuskan untuk memutilasi tubuh korban untuk menghilangkan jejak. 

"Mutilasi dilakukan selama beberapa jam. Di kamar kos korban kami temukan barang bukti ember, talenan, pisau, kompor beserta tabung gasnya dan juga panci," ungkap dia.

Wadirkrimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko menambahkan, Polda DIY meminta maaf atas ketidaknyamanan beberapa pihak atas apa yang mereka sampaikan ke media. Namun apa yang mereka ungkap saat ini adalah berdasarkan penyelidikan yang mereka lakukan.

"Tentunya kami juga melakukan kajian scientific dari para ahli untuk mendalami aktivitas tidak wajar itu," tambahnya 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Kronologi Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Berujung Proses Hukum, 31 Saksi Diperiksa

3 bulan lalu

Polisi Gunakan KUHP Baru di Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Ini Pasal yang Diterapkan

3 bulan lalu

Duduk Perkara Eks Ketua BEM UGM Tiyo Temukan Alat Pelacak di Mobil

3 bulan lalu

Mobil Eks Ketua BEM UGM Dipasang Pelacak usai Demo Gejayan, Polda DIY Buka Suara

4 bulan lalu

Alasan Hakim Vonis Mati Pembunuh dan Pemutilasi 3 Mahasiswi di Pariaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal