Menurut Muhadjir, pemerintah juga mendapat bantuan sebanyak 450 tenda darurat dari UNICEF. Tenda ini dalam perjalanan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arat ke Indonesia. “Ada sekitar 200 tenda dan sisanya akan dikirim dari Denmark dan kemungkinan besar akan sampai ke Palu dalam minggu ini,” katanya.
Tenda darurat tersebut, kata Muhadjir, tidak digunakan untuk dalam jangka waktu yang lama. Namun hanya bisa untuk bertahan satu hingga dua bulan saja. Sehingga proses pembangunan sarana tetap harus jalan.
Kegiatan pendidikan juga masih dalam rangka pemulihan psikis korban gempa baik dari siswa ataupun guru. Kegiatannya masih seputaran trauma konseling, mengumpulkan siswa-siswanya dan para gurunya korban gempa. “Untuk kelas normal akan mulai setelah Kementerian PUPR telah selesai membangun kelas normal. Maksimal dua tahun sekolah sudah terbangun semua,” katanya.
Kebutuhan sekolah darurat di Sulawesi tengah adalah sebanyak 1.400 buah. Karena jumlah tenda darurat hanya 450 buah, sisanya didesain dengan membangun kelas darurat.