“Pertimbangan rapid test kepada anak-anak kerena itu menyangkut metode sampling untuk mengetahui gambaran representasi kami melakukan tes dari beberapa kelompok usia dan profesi,” ujarnya.
Anak-anak masuk kategori sampel karena kerap bermain bersama di luar. Dikhawatirnya, mereka termasuk orang tanpa gejala (OTG) yang bisa menularkan Covid-19.
Salah satu peserta rapid test Heriyani mengaku awalnya takut saat mendapat undangan ke Puskesmas Danurejan II. Namun, karena khawatir terpapar Covid-19, dia pun memberanikan diri. Dia menjalani rapid test bersama empat anaknya.
“Kalau tidak dites tidak tahu, rapid test sendiri mahal,” ucapnya.