Selundupkan Bio Solar 2 Warga Semarang Ditangkap Polisi

erfan erlin
Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti penyelundupan BBM bersubsidi. (Foto: MPI/Erfan Erlin)

Untuk membeli solar, UN memberi modal Rp5.800 dan dijual dengan harga Rp6.700-Rp6.800 per liter. Dari setiap penjualan HY mendapatkan upah Rp200 per liter.

"Keduanya baru beroperasi di SPBU di DIY dan biasanya di Jawa Tengah. Semua BBM yang mereka dapatkan dijual ke semarang," kata dia. 

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto menuturkan, UN sengaja memodifikasi truknya dengan membenamkan tangki kapasitas 5.000 liter di bak kayu. Kemudian mereka juga membekali pompa di tangki truk untuk mengeluarkan BBM yang dibeli dan menyalurkannya ke tangki besar.

"Di tangki besar ini nanti dituang ke pengepul," katanya.

Mereka berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain untuk membeli solar bersubsidi tersebut. Mereka akan membeli solar sesuai dengan aturan masing-masing SPBU. Ketika mereka keluar SPBU, mereka langsung mengurasnya dengan pompa yang disediakan.

"Untuk memenuhi tangki sebanyak 5.000 liter, mereka butuh waktu 2 sampai 3 hari. Bisa dihitung sendiri berapa omsetnya sebulan," kata Yulianto. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
6 hari lalu

Terungkap! Ini Penyebab Antrean Truk di SPBU Situbondo Mengular 2 Km

7 hari lalu

Heboh Antrean Panjang BBM di Jember Dipicu Kekhawatiran Kelangkaan

10 hari lalu

Kelangkaan BBM Landa Bangkalan! SPBU Tutup dan Pom Mini Kehabisan Stok

30 hari lalu

SPBU Lubuk Terap Pelalawan Terbakar usai Mobil Modifikasi Tangki BBM Meledak

1 bulan lalu

Minibus Terbakar saat Isi BBM di SPBU Bogor, 1 Orang Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal