Dengan tarif yang dinilainya tidak bersahabat bagi kantong mahasiswa itu, baik rapid test maupun tes swab, dia merasa kurang efektif. Pasalnya meskipun surat hasil rapid test berlaku selama 14 hari, seseorang masih bisa terinfeksi virus corona dalam rentan waktu tersebut.
"Kalau hanya rapid test sebenarnya agak terjangkau, tapi menurut saya kurang akurat. Kalau yang akurat swab test pun kemahalan, apalagi setelah swab masih bisa terinfeksi di jalan kan? Sampai sana (Flores) masa swab lagi buat memastikan?" kata Carol.
Carol mengaku tidak mempermasalahkan stigma teman satu kos atau tetangga indekosnya di kawasan Babarsari, Sleman, apabila hasil tesnya positif. Menurutnya, lingkungan sekitarnya justru akan cepat tanggap membantu apabila ada seseorang di sekitar mereka ternyata positif Covid-19. Misalnya memanggil ambulans atau lapor ke ketua RT.
Carol juga sudah mempelajari prosedur rapid test dan tes usap sebagai syarat perjalanan. Menurutnya itu tak terlalu rumit. Beberapa kawannya, kata dia, sudah bisa mendapatkan surat rapid test dalam waktu satu hari saja.
Itulah sebabnya, Carol mutlak hanya mempermasalahkan tarif yang terlalu mahal serta sistem tes yang menurutnya tidak efektif. Belum lagi hatinya dipenuhi perasaan takut jika dia menularkan virus kepada keluarganya di Flores, tanpa dia ketahui.