Halida juga mempertimbangkan prosedur rapid test di puskesmas-puskesmas yang menurutnya rumit. Halida tidak mempermasalahkan tes ulang saat hasil rapid test-nya positif, tetapi dia hanya malas mengantre lama di puskesmas yang menurutnya riskan terjadi penularan virus.
Melihat fenomena itu, Halida semakin kuat untuk mengurungkan diri untuk pulang ke kampung halaman. Dia masih belum tahu kapan dia bisa pulang ke kampung halamannya.
Kepala Puskesmas Sewon II Kuncoro Jati mengatakan saat ini kampus tersebut juga sepi dari aktivitas mahasiswa. Meski ada beberapa mahasiswa ISI Jogja yang pulang kampong, tetapi dia mengaku masih sedikit dari mereka yang melakukan rapid test di Puskesmas Sewon 2.
"Hampir tidak ada yang muda (yang melakukan rapid test). Kalau pergerakan mahasiswa pulang kampung terlihat, tapi mereka mungkin rapid test di tempat lain. Mereka bisa tes di mana saja," kata Kuncoro.
Dia mengatakan tidak ada pendataan mahasiswa yang melakukan rapid test di puskesmas. Semua yang datang untuk rapid test dihitung dalam jumlah angka tanpa klasifikasi umur dan jenis pekerjaan.