Dia mencontohkan manfaat pengalaman pertandingan beregu melalui keberhasilan tim Indonesia pada Asian Games 2026. Saat itu, skuad putra Merah Putih berhasil mengalahkan China dengan skor 3-2 setelah melalui pertandingan dramatis. Hasil tersebut mengakhiri penantian gelar selama 28 tahun di nomor beregu putra.
“Kalo diperhatikan, di dalam skuad Indonesia Asian Games kemarin, ada nama-nama seperti Moh Zaki Ubaidillah serta Leo Rolly/Daniel Marthin yang terlebih dahulu merasakan atmosfer pertandingan beregu melalui Superliga Junior. Terbukti, pengalaman bertanding beregu di usia muda tersebut dapat berkontribusi positif ketika berjuang membela Indonesia di ajang yang lebih tinggi. Dan kami berharap, langkah mereka juga dapat diikuti oleh para juniornya saat ini,” Yoppy menjelaskan.
Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menjelaskan penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih kompetitif dengan melibatkan klub-klub mancanegara di tiga kelompok usia, yakni U-15, U-17, dan U-19, baik putra maupun putri.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta dari luar negeri hanya berkompetisi di kategori U-17 dan U-19. Tahun ini, kesempatan tersebut diperluas hingga kelompok U-15 agar atlet Indonesia lebih dini merasakan persaingan dengan pemain asing.
“Berbeda dari tahun sebelumnya di mana perwakilan negara lain bertanding di U-17 dan U-19, untuk tahun ini penyelenggara memperluas kesempatan bagi perwakilan negara lain untuk bertanding di U-15. Tujuannya agar pemain muda Indonesia mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet mancanegara di usia yang lebih dini sehingga mereka memiliki cukup bekal menghadapi atlet asing di kejuaraan beregu di masa mendatang,” jelas Budiharto.