“Karena mungkin Jonatan juga pernah lawan, yang lain mungkin pernah nonton Toma seperti apa. Jadi memang sama-sama memberikan point of view-nya masing-masing. Itu yang sudah dipersiapkan dan sebenarnya sudah cukup bisa menerapkan strategi dengan baik,” ujarnya.
Ginting menilai titik balik terjadi di gim kedua saat dia mulai mengikuti pola permainan lawan. Situasi tersebut membuat dia kehilangan kontrol permainan.
“Kuncinya di gim kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu di gim ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul di interval. Tapi ya menjelang akhir ada keserimpet yang membuat kakinya sedikit kram,” tuturnya.
Dia mengakui kondisi fisik sempat terganggu di akhir pertandingan. Meski begitu, dia tetap mencoba melanjutkan permainan karena melihat peluang masih terbuka.
“Kendala yang dirasakan itu coba tidak dirasakan, terus coba karena saya melihat masih ada kesempatan. Dia pun terlihat ada tegang dengan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri,” jelasnya.