"Hari ini, kita buktikan bahwa kepercayaan tersebut kita jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab," ucapnya.
Richard juga menilai kejuaraan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar pertandingan olahraga. Menurut dia, penyelenggaraan ajang internasional dapat menjadi kesempatan Indonesia memperlihatkan kondisi negara kepada masyarakat internasional.
Richard menegaskan Indonesia ingin menunjukkan diri sebagai negara yang aman sekaligus memiliki potensi sebagai destinasi wisata olahraga dunia.
Penyelenggaraan turnamen dengan peserta dari 36 negara menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia melalui olahraga. Para atlet dan ofisial yang hadir juga dapat merasakan langsung pengalaman bertanding di Jakarta.
"Jadikan, lah kejuaraan ini sebagai momentum untuk mempererat persahabatan antar bangsa di seluruh dunia," katanya.
Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 kemudian menjadi salah satu ajang internasional yang digelar di Indonesia pada 2026. Persaingan berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Agustus.
Bagi PBTI, kesuksesan penyelenggaraan juga menjadi pembuktian atas kepercayaan yang diberikan ATU setelah Indonesia memenangkan proses bidding. Sementara bagi 31 atlet tuan rumah, ajang tersebut menjadi kesempatan tampil di hadapan publik sendiri sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai negara.