Belal Muhammad nangis darah usai matanya tercolok Leon Edwards pada ajang UFC di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (14/3/2021). (Foto: The Sun)
Reynaldi Hermawan

LAS VEGAS, iNews.id - Belal Muhammad nangis darah usai matanya tercolok Leon Edwards pada ajang UFC di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (14/3/2021). Bagiamana kabar terbaru sang petarung AS berdarah Palestina itu?

Kejadian yang bikin ngilu itu terjadi pada ronde kedua. Ibu jari Edwards secara tak sengaja masuk ke kantung mata Belal.

Belal Muhammad Vs Leon Edwards, Minggu (14/3/2021). (Foto: The Sun)

Belal langsung mengerang kesakitan dan jatuh ke atas kanvas. Mata petarung kelas welter itu bengkak dan mengeluarkan darah.

Wasit Herb Dean akhirnya menghentikan pertandingan lantaran melihat kondisi mata Belal yang cukup parah. Duel akhirnya berakhir tanpa pemenang.

Setelahnya Belal langsung dilarikan ke rumah sakit. Untungnya tidak ada cedera permanen yang dideritanya.

"Hati saya hancur karena pertarungan saya berakhir seperti itu. Tapi Allah punya rencana yang terbaik. Saya minta maaf kepada para penggemar dan @ufc," tulis Belal di Twitter.

“Alhamdulillah penglihatan saya sudah kembali dan tidak ada kerusakan mata yang permanen. Saya ingin kembali melawan @Leon_edwardsmma," lanjut unggahannya.

Belal Muhammad saat menahan sakit usai matanya tercolok Leon Edwards. (Foto: The Sun)

Bahkan Belal sudah membicarakan masalah pertarungan ulang melawan Edwards dengan manajernya Ali Abdelaziz. Dia sudah tak sabar ingin kembali beradu kekuatan dengan sang lawan.

"Saya baru berbicara dengan saudara saya @AliAbdelaziz00. Leon selanjutnya tidak akan bertarung untuk perebutan gelar berikutnya. Jadi sebaiknya kita selesaikan urusan yang belum selesai ini," kicaunya.

Edwards sendiri sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengaku benar-benar tidak sengaja mencolok mata Belal.

"Saya tidak bermaksud melakukannya. Saya hanya berniat melakukan tendangan ke kepala," tutur Edwards dikutip dari The Sun, Senin (15/3/2021).

"Saya benar-benar minta maaf. Saya lebih suka kalah daripada harus seperti ini. Saya tidak tahu harus berkata apa." 


Editor : Reynaldi Hermawan

BERITA TERKAIT