Erick menilai keberhasilan tersebut mencerminkan mentalitas juara para atlet Indonesia. Dia juga menyoroti besarnya potensi atlet disabilitas Tanah Air untuk bersaing dan mencetak prestasi di tingkat internasional.
"Ini menunjukkan mentalitas juara yang harus terus kita jaga. Keberhasilan ini juga semakin membuktikan bahwa atlet-atlet disabilitas Indonesia memiliki potensi luar biasa dan layak mendapatkan dukungan serta kesempatan yang sama untuk terus berprestasi," tegas Erick.
Selama berada di Nagoya, Erick turut mengunjungi sejumlah arena pertandingan untuk memberikan dukungan langsung kepada kontingen Indonesia.
Dia menegaskan kehadiran pemerintah tidak boleh sebatas menetapkan target medali atau memberikan apresiasi setelah atlet berhasil naik podium. Pendampingan juga harus dilakukan sepanjang proses persiapan hingga pertandingan.
"Para atlet sudah menjalani latihan panjang, menghadapi berbagai tantangan, dan sekarang berjuang membawa nama bangsa. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya hadir saat memberikan target atau ketika medali sudah diraih," tutur Erick.