Menurut Erick, keberhasilan atlet Indonesia merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Dukungan pemerintah, Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, tim Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM), pelatih, serta masyarakat memiliki peran penting dalam perjalanan para atlet.
"Kita harus hadir bersama mereka dalam proses perjuangannya. Saya ingin para atlet merasakan bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Ada pemerintah, ada NPC, ada CdM, dan seluruh rakyat Indonesia yang mendukung mereka," pungkasnya.
Pencapaian 14 medali emas menjadi hasil penting bagi Indonesia yang sebelumnya hanya menargetkan tujuh emas. Kontingen Merah Putih juga berhasil menjaga posisi di delapan besar klasemen sementara Asian Para Games 2026.
Peluang menambah koleksi medali masih terbuka pada hari terakhir pertandingan, Sabtu (24/10/2026). Sejumlah atlet Indonesia dijadwalkan kembali berjuang dalam beberapa cabang olahraga, termasuk para panahan dan boccia.
Dengan total 71 medali hingga Jumat malam, Indonesia berkesempatan memperbaiki pencapaiannya sebelum Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 resmi berakhir.