Ujian berat bagi Gregoria meski usia sang lawan lebih muda tiga tahun darinya. Gregoria sendiri sudah pernah melawan An Se-young dua kali. Dia belum pernah menang, tapi permainannya bisa dibilang menanjak.
Pada pertemuan pertama di All England 2022, Gregoria kalah dua gim langsung oleh An Se-young 16-21, 4-21. Lalu pada pertemuan kedua di Malaysia Masters 2022, dia mampu memberikan perlawanan meski akhirnya tumbang 18-21, 21-13, 8-21.
Gregoria tentu tak mau kalah begitu saja meski memiliki rekor buruk bertemu An Se-young. Dia tampak berambisi juara dalam ajang ini.
"Setelah lama nggak ke final turnamen level world tour, saya kini bisa lagi ke final di turnamen seperti di Australia Open ini. Terus terang saya juga kangen juara," ucap Gregoria dikutip dari rilis resmi PBSI, Sabtu (19/11).
Tercatat, terakhir kali Gregoria meraih gelar juara adalah pada Finlandia Open 2018 BWF International Series. Saat itu, dia sukses mengalahkan sesama wakil Indonesia, Ruselli Hartawan, 21-7, 21-13.