Pesan utama yang diberikan kepada para siswa tidak hanya soal dunia balap. Mereka diajak memahami proses panjang di balik prestasi seorang pembalap yang membutuhkan disiplin, kerja keras, keberanian, dan konsistensi.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan pertemuan langsung antara pembalap dan siswa menjadi salah satu upaya agar kehadiran MotoGP di Mandalika dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami ingin anak-anak di Mandalika tidak hanya melihat para rider ketika mereka berada di lintasan. Hari ini mereka bisa bertemu, berbicara, tertawa, dan belajar langsung dari para pembalap yang mereka lihat berlaga. Kami ingin pengalaman ini menyalakan keberanian mereka untuk bermimpi dan percaya bahwa mereka juga bisa mencapai panggung dunia,” ujar Troy.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan helmet painting. Sebanyak delapan siswa kelas 3 hingga 6 terpilih untuk menghias helm bersama para rider. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pesan lingkungan tersebut menjadi bagian dari semangat Greener Future Together yang dibawa SOLAH Mandalika. Hasil karya para siswa kemudian diserahkan kepada para pembalap dan tamu VIP yang hadir dalam kegiatan tersebut.