JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut telah memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi turun ke level 5.000-an sejak Februari 2026. Perkiraan ini muncul seiring agenda reformasi struktural pasar modal yang dinilai dapat memberikan tekanan terhadap pasar dalam jangka pendek.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, risiko penurunan IHSG telah diperhitungkan sejak awal reformasi struktural pasar modal digulirkan.
OJK Buka Suara soal Rencana Satu Bank Konvensional Jadi Bank Syariah pada 2027
Hasan bahkan mengungkapkan level IHSG di kisaran 5.000-an sudah menjadi pembahasan internal OJK sejak Februari 2026. Perkiraan tersebut awalnya dihitung berdasarkan dampak reformasi struktural, sebelum memperhitungkan berbagai tekanan eksternal.
"Tentu pada saat itu tidak bisa kita bocorkan bahwa akan turun sampai ke 5.000-an. Tapi angka 5.000-an itu sudah menjadi pembicaraan di meja kami sejak Februari 2026," ucap Hasan dalam forum BIG Market Insight 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Respons OJK soal Wacana Bayar Gaji dan Pensiunan PNS Lewat Koperasi
Namun, tekanan terhadap pasar modal sepanjang 2026 tidak hanya berasal dari reformasi struktural. Sejumlah faktor eksternal turut memperberat sentimen terhadap IHSG.