Dia menjelaskan agenda pembalap kini tidak hanya mencakup latihan dan balapan. Mereka juga harus memenuhi kewajiban sponsor, rapat teknis bersama tim, parade, hingga berbagai aktivitas promosi sepanjang akhir pekan.
"Pada akhirnya, kami adalah atlet. Tahun depan jadwalnya bahkan semakin padat. Kami yang pertama ingin MotoGP berkembang, tetapi ada cara lain untuk membesarkan kejuaraan ini. Pertunjukan utama kami ada di lintasan, bukan di luar lintasan," ujarnya.
Kepadatan kalender turut menjadi perhatian. MotoGP kini menggelar 22 seri setiap musim, dengan balapan sprint di setiap putaran. Sebagai perbandingan, ketika Marquez memulai karier di kelas utama pada 2013, kalender hanya berisi 18 seri tanpa format sprint seperti sekarang.
Beban fisik pembalap kembali menjadi sorotan setelah Jorge Martin mengalami kecelakaan berkecepatan tinggi saat sprint MotoGP Australia, Sabtu (24/10/2026). Pembalap Aprilia itu mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan ketika bersaing dengan Marquez di Phillip Island.
Insiden tersebut mengubah persaingan kejuaraan dunia. Martin yang sebelumnya unggul dua poin justru tertinggal 10 poin setelah Marquez memenangkan sprint. Pembatalan balapan utama akibat cuaca buruk membuat selisih tersebut tidak bertambah pada akhir pekan itu.