Cabor para bulu tangkis juga melampaui target dengan sumbangan 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu. Sementara para angkat berat mendulang 9 emas dan 4 perak. Para judo menjadi satu-satunya cabor yang menyapu seluruh nomor dengan koleksi 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Tambahan medali signifikan datang pada hari terakhir dari cabor para catur. Bertanding di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University, Minggu (25/1/2026), tim para catur Indonesia menambah pundi-pundi medali dari sejumlah partai final.
Secara keseluruhan, para catur Indonesia menyumbangkan 9 emas, 22 perak, dan 7 perunggu di ASEAN Para Games edisi ke-13 ini. Salah satu atlet paling menonjol ialah Aisah Wijayanti Putri Brahmana.
Pada edisi kali ini, Putri meraih tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Capaian tersebut melampaui target pribadinya yang semula membidik dua emas. Pada edisi sebelumnya di Kamboja, dia membawa pulang dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
“Awalnya, cukup sulit untuk mengalahkan lawan-lawan di cabor para catur ini. Apalagi, saya dan teman-teman sempat kesulitan mendapatkan emas. Kami hanya bisa mendapatkan satu emas. Namun, karena berjuang dan berusaha, Alhamdulillah akhirnya kami bisa mendapatkan emas dari nomor cepat dan kilat,” kata Putri, Minggu (25/1/2026) malam.