Perjalanan Putri menuju podium tidak mudah. Selama masa persiapan, dia harus meninggalkan buah hatinya yang lahir pada Agustus 2025 demi menjalani pemusatan latihan nasional.
“Selama Pelatnas, saya harus menitipkan anak saya ke orang tua. Oleh karena itu, saya ingin mempersembahkan catatan medali ini untuk anak saya. Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir. Namun, demi Indonesia, saya harus berjuang,” kata dia.
Pelatih para catur Indonesia, Tedy Wiharto, mengungkapkan persaingan di ASEAN Para Games 2025 berlangsung ketat. Dia menilai Vietnam dan Filipina menjadi pesaing terberat di cabor para catur.
“Dari evaluasi kami, para atlet dari Vietnam dan Filipina menjadi pesaing terberat kami di ASEAN Para Games 2025. Mereka terlihat lebih siap dan sudah semakin berkembang. Saya mengapresiasi atlet kami yang sudah berjuang keras,” ujar Tedy.
Tedy berharap para atlet menjaga konsistensi latihan setelah ajang ini. Sejumlah single event telah menanti, sehingga proses pembinaan tidak boleh terputus.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan doanya. Selain itu, kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora, NPC, tim CdM yang sudah mendukung kami di ASEAN Para Games ini,” ucap dia.
Rencananya, rombongan kontingen Indonesia akan kembali ke Tanah Air pada Selasa (27/1/2026). Jendi Pangabean dan rekan-rekan dijadwalkan pulang menggunakan pesawat carter dalam dua kloter melalui penerbangan langsung dari Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok menuju Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.