“Kami ingin memastikan ekosistem bulutangkis Indonesia berjalan dengan baik. Regenerasi atlet berprestasi merupakan proses yang panjang sehingga harus dipersiapkan secara konsisten sejak dini. Karena itu, kami ingin terlebih dahulu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan agar siswa dapat mencintai dan berminat mendalami olahraga bulutangkis. Kami yakin ketika minat itu tumbuh, maka proses pembinaan dapat berjalan secara optimal yang bermuara pada lahirnya generasi atlet guna meneruskan tradisi prestasi bulutangkis Indonesia di level dunia,” kata Yoppy.
Menurut Yoppy, konsep fun games diharapkan tidak hanya membuat anak-anak tertarik terhadap bulutangkis, tetapi juga menjadi tahap awal untuk menemukan calon atlet yang dapat menjalani pembinaan secara lebih serius pada masa mendatang.
Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf, menilai pendekatan MilkLife Festival SenengMinton yang hadir langsung di daerah dapat memberikan dampak terhadap pembinaan atlet dari level akar rumput. Sekolah dan orang tua dinilai memiliki peran penting dalam menemukan serta mengarahkan potensi anak.
“Melalui MilkLife Festival SenengMinton potensi dan bakat calon atlet bulutangkis dapat teridentifikasi sejak dini dan diarahkan ke klub untuk mendapatkan pembinaan yang terstruktur. Meski di ajang ini peserta tidak melakukan pertandingan, namun mereka belajar tentang fisik dan teknik dasar yang menjadi bagian dari proses pembinaan atlet jangka panjang. Terlepas dari hal itu, support orang tua memang penting untuk perkembangan secara individu. Harapannya, MilkLife Festival SenengMinton menjadi sumber lahirnya bibit-bibit pebulutangkis yang nantinya melanjutkan pembinaan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Basri.
Dalam pelaksanaannya, MilkLife Festival SenengMinton 2026 menggunakan sistem individu. Pemenang setiap kategori ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat.