Durasi tersebut meningkat dari aturan sebelumnya yang hanya menetapkan 30 detik. Premier League menerapkan perubahan ini untuk mengurangi potensi pemain menggunakan alasan cedera sebagai cara membuang waktu.
Aturan tersebut diharapkan membuat pertandingan berjalan lebih cepat sekaligus mengurangi gangguan akibat pemain yang berulang kali terjatuh dan mendapatkan perawatan di lapangan.
2. Batas lima detik untuk restart
Premier League juga memperkenalkan hitungan mundur lima detik untuk situasi tertentu yang dianggap sengaja ditunda, terutama lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
Jika batas waktu terlewati saat melakukan lemparan ke dalam, hak restart akan diberikan kepada tim lawan. Untuk tendangan gawang, konsekuensinya lebih berat karena tim lawan akan mendapatkan sepak pojok.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Premier League menekan praktik membuang waktu dan menjaga tempo pertandingan tetap tinggi.