Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan daya tahan permainan. Amorim masih dituntut menemukan keseimbangan antara intensitas pressing, efektivitas serangan, dan pengelolaan energi pemain.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat Milan harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan Liga Europa. Rotasi pemain saja belum tentu cukup apabila intensitas permainan terus mengalami penurunan pada fase akhir pertandingan.
Dengan rekor tak terkalahkan yang masih terjaga, AC Milan memiliki modal positif untuk melanjutkan persaingan di Serie A. Namun, evaluasi terhadap tuntutan fisik dalam sistem Ruben Amorim menjadi pekerjaan penting agar Rossoneri tidak terus menghadapi risiko kehilangan kendali permainan pada menit-menit akhir.