Dia menambahkan, menikmati pertandingan sepak bola seperti menonton film, sebuah hiburan yang tidak pernah membosankan baginya.
“Bagi saya, menonton pertandingan di televisi bukan pekerjaan. Itu sebuah kesenangan. Saya sangat suka film. Sepak bola bagi saya seperti menikmati sebuah film. Rasanya sama. Saat saya berhenti bekerja di sepak bola, saya tetap akan menontonnya dengan cara yang sama, tanpa masalah,” kata dia.
Ancelotti juga menjawab anggapan yang menyebut kesuksesannya hanya karena kedekatan dengan pemain. Dia menolak keras label tersebut.
“Saya tidak tahu pasti. Mungkin itu sikap saya, cara saya memperlakukan pemain, serta rasa hormat yang saya berikan kepada mereka sebagai manusia,” kata dia.
Dia menekankan pentingnya hubungan personal dalam sepak bola modern, yang menurutnya sangat kompleks.