Kritik serupa sudah muncul sejak perubahan dilakukan pada 2024. Dua tahun kemudian, penolakan terhadap aransemen baru kembali terdengar ketika UEFA mempublikasikan cuplikannya menjelang musim baru.
Salah satu fans mempertanyakan keputusan UEFA mengubah aransemen tersebut.
“Hingga hari ini saya tidak tahu mengapa seseorang menyetujui perubahan pada musik tersebut,” tulis seorang penggemar.
Komentar lain meminta UEFA mengembalikan versi awal yang dinilai memiliki nuansa lebih megah dan inspiratif.
“Kembalikan anthem asli yang terdengar seperti paduan suara gereja. Versi asli itu megah dan menginspirasi untuk meraih kesuksesan gemilang di turnamen ini,” tulis fans lainnya.
Penggemar lain menilai anthem lama memiliki keseimbangan antara kesan elegan dan penuh energi. Menurut dia, karakter tersebut membuat lagu Liga Champions terasa cocok untuk semua tim yang bertanding.