“Saya masih tidak suka mereka mengubah anthem tersebut. Versi lama terasa elegan sekaligus bombastis, seperti ada nuansa kerajaan sepak bola dan tim-tim underdog di dalamnya. Versi ini hanya memiliki keanggunan, seperti mereka lupa lagu tersebut seharusnya memiliki momen yang membuat Anda dipenuhi adrenalin,” tulis komentar tersebut.
Kritik semakin keras dari fans lain yang menilai versi terbaru kehilangan energi.
“Kembalikan campuran/penampilan anthem lama. Versi ini tidak memiliki kehidupan,” tulis penggemar lainnya.
Anthem Liga Champions sendiri memiliki sejarah panjang. Lagu tersebut diperkenalkan ketika kompetisi memasuki era baru pada 1992 dan sejak saat itu berkembang menjadi salah satu musik olahraga paling dikenal di dunia.
Komposisi tersebut merupakan adaptasi Tony Britten pada 1992 dari karya musik klasik Zadok the Priest yang dibuat George Frideric Handel pada 1727.