Beberapa ulama juga menyebut Allah akan menentukan takdir tahunan hambaNya, seperti rezeki, ajal, dan kebahagiaan pada malam Nisfu Syaban.
Hal tersebut berdasarkan surat Ad-Dukhan ayat 4, Allah berfirman,
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Artinya: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
Sebagian ulama menyebut ayat ini berkaitan dengan malam Nisfu Syaban. Meski begitu mayoritas ulama berpendapat malam itu merujuk kepada malam Lailatul Qadar.
Dalam hadits lain disebutkan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah bersabda:
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلَا مُسْتَرْزِقُ فَأَرْزُقَهُ ! أَلَا مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلَا كَذَا... أَلَا كَذَا... حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ