Cerita Aremania saat Detik-detik Tragedi Kanjuruhan: Lampu Dimatikan, Gas Air Mata Ditembakkan ke Tribun

Avirista Midaada
Salah satu Aremania menceritakan detik-detik kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang. (foto: Antara).

"Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribun juga ditembak gas air mata. Kami cinta Arema dan Kanjuruhan, tetapi dalam situasi ini malah seperti dijebak di dalam kurungan karena saat gas air mata ditembakkan pintu keluar belum dibuka. Meskipun setelah itu terbuka, namun dalam situasi kacau menjadi masalah sendiri," katanya.

Situasi saat itu sangat kacau, ada Aremania yang berusaha menyerang petugas juga berhasil.  Dia berharap perseteruan antarsuporter segera selesai dan tercipta perdamaian.

"Saya sampaikan kalau terus terprovokasi mau seperti apa. Kami selalu menyuarakan perdamaian dengan siapapun, termasuk suporter tim rival," tuturnya.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
7 hari lalu

Bentrokan di Paris Prancis kembali Pecah! Polisi Tembakkan Gas Air Mata

11 hari lalu

Viral Ratusan Pemusik Tetap Mainkan Orkestra di Tengah Kepulan Gas Air Mata Demo Prancis

22 hari lalu

Polres Cilegon Latihan Penanganan Demo, 19 Siswa Kena Gas Air Mata yang Terbawa Angin

2 bulan lalu

Arema FC Awali Super League 2026-2027 dengan Pesta 4 Gol, Isen Mulang Kalteng FC Jadi Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal