Winger Real Madrid, Eden Hazard (Foto: Dok Real Madrid)
Dimas Wahyu Indrajaya

MADRID, iNews.id - Bintang Real Madrid, Eden Hazard punya sejumlah pemain yang diidolakan. Salah satunya ialah Juan Roman Riquelme.

Eden Hazard pemain hebat meski di Real Madrid kebintangannya meredup. Namun, jelas tak bisa dipungkiri kapten Timnas Belgia memiliki bakat sepak bola setara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Hazard jago mendribel bola, gesit, dan andal dalam mencetak gol. Di klub lamanya, Chelsea, total 110 gol dicetaknya di segala ajang.

Setiap pemain hebat pastilah memiliki idola, tak terkecuali Hazard. Dia pribadi menyebutkan mantan pelatihnya di Real Madrid Zinedine Zidane dan Asisten pelatih Timnas Belgia, Thierry Henry sebagai idolanya. Hanya saja, satu pemain yang paling dikaguminya ialah Juan Roman Riquelme.

"Jika saya tidak berada di sekitar Zidane dan Thierry Henry, saya tak akan menyebut mereka berdua," ucap Hazard pada Januari 2021, dikutip dari Marca, Minggu (31/10/2021).

"Namun pemain yang tak pernah saya temui ialah Riquelme. Saya menonton videonya ketika saya masih muda. Ya, saya berharap bertemu dengannya di lapangan atau hanya sekadar berbincang dengannya. Pasti sangat bagus," ujarnya.

Hazard tak pernah menyembunyikan kekagumannya pada eks pemain Barcelona itu. Pada 2015, dia pernah menyatakan terima kasih pada Riquelme yang memutuskan gantung sepatu.

"Juan Roman Riquelme terima kasih untuk segalanya," cuit Hazard saat itu.

Meski sang idola sudah tak lagi merumput, Hazard masih tetap mengaguminya. Pada 2019 dia pernah merayakan gol ke gawang West Ham United dengan selebrasi ala Riquelme.

Juan Roman Riquelme sendiri merupakan eks pemain Timnas Argentina. Sebelum Lionel Messi, dia juga pernah dianggap titisan mendiang Diego Maradona. 

Riquelme diberkahi skill mumpuni dan sepakan jarak jauh terarah. Badannya cukup tinggi, jadi lebih hebat menyundul bola bila dibandingkan Maradona. Dribelnya mematikan, seolah sanggup menyihir lawan yang lengah. Sayangnya pemain didikan Boca Juniors itu dicap pemalas dalam mengejar bola.

Predikat pemain malas secara tak langsung pernah diberikan ke Riquelme oleh pelatihnya di Barcelona, Louis van Gaal. Sang pelatih berharap dia bisa lebih rajin mengejar bola terutama saat bertahan.

"Kau pemain hebat saat bersama bola, tapi ketika (bola) tak ada kami kekurangan pemain," kata Van Gaal dilansir dari FourFourTwo.

Juan Roman Riquelme. (Foto: stackpathcdn)

Riquelme tak mau kalah. Dia punya argumentasinya sendiri untuk membalas perintah pelatih.

"Kenapa saya harus berlari ketika bola bisa bergulir sendiri?" ucap Riquelme.

Panasnya persaingan dengan Van Gaal membuat Riquelme terdepak dari skuad Barcelona. Dia pun dipinjamkan ke sesama klub Liga Spanyol, Villarreal pada 2003.

Di klub berjulukan Yellow Submarine, Riquelme justru menggila. Pria kelahiran 24 Juni 1978 itu diberi keleluasaan sebagai pemain bernomor 10 oleh pelatih Manuel Pellegrini.

Bermain bersama sejumlah pemain bintang seperti Juan Pablo Sorin dan Diego Forlan, Villarreal dibuatnya bersaing di papan atas Liga Spanyol. Pada musim 2004/2005, Villarreal dibawanya finis di posisi tiga klasemen.

Pencapaian terbaik Riquelme di Villarreal adalah menjuarai Piala Intertoto pada 2003 dan 2004. Dia juga pernah membawa Villarreal menembus semifinal Liga Champions 2005/2006.

Sayangnya langkah mereka terjungkal oleh Arsenal. Sebenarnya Villarreal bisa saja berpotensi ke final jika Riquelme mampu mengeksekusi penalti pada leg kedua saat kedudukan 0-0. Namun, Arsenal yang sudah menang 1-0 akhirnya lolos berkat unggul agregat.

Tak mujur di Eropa, Riquelme pulang untuk memperkuat Boca Juniors pada 2007 sampai 2014. Meski tidak bermain di Eropa, dia tetap menjadi langganan Timnas Argentina. Pada periode 1997-2008, total Riquelme mencatatkan 51 caps dan 17 gol untuk Albiceleste.


Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

BERITA TERKAIT