ZURICH, iNews.id – Rencana FIFA menjual saham minoritas dalam perusahaan baru pengelola bisnis Piala Dunia memicu perang terbuka dengan UEFA. Presiden FIFA Gianni Infantino memberi 211 federasi anggota waktu 53 hari hingga 19 September 2026 untuk mendukung proposal tersebut.
Inggris menjadi salah satu negara yang harus menentukan sikap. Federasi anggota dijanjikan akses pendanaan hingga 40 juta dolar AS atau sekitar Rp723,24 miliar jika proposal FIFA Forward Enterprise disetujui.
FIFA menawarkan paket pengembangan sepak bola bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp180,81 triliun. Namun, paket itu akan turun menjadi 2,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp48,82 triliun jika mayoritas anggota menolak proposal tersebut.
Skema itu langsung mengundang kecurigaan karena batas waktu dukungan disertai ancaman pencabutan pembayaran tambahan. UEFA menilai keputusan FIFA memasang tenggat sekaligus menawarkan dana besar telah memperlihatkan masalah mendasar dalam proposal tersebut.
Infantino menyampaikan proposal tersebut melalui surat kepada seluruh federasi anggota FIFA. Dia menyebut pembentukan perusahaan baru dapat membuka sumber pendanaan yang belum pernah tersedia sebelumnya.