Kevin menjelaskan bahan silicon dipilih karena lebih fleksibel dibandingkan material lain seperti vinyl atau rubber. Material tersebut dinilai mampu mengikuti pergerakan pemain di lapangan.
“Untuk nameset pemain itu pakai silicon dibandingkan vinyl atau rubber. Secara material itu lebih lentur dan bisa fleksibel untuk pemain,” tuturnya.
Setelah melakukan evaluasi internal, Kelme menemukan tiga faktor utama yang memengaruhi daya rekat nameset. Faktor tersebut meliputi material jersey, bahan nameset, dan proses pemasangan.
“Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa menempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya,” jelasnya.
Kelme melakukan penelusuran selama sekitar satu bulan setelah FIFA Series berlangsung pada akhir Maret 2026. Dari hasil tersebut ditemukan kendala utama berada pada proses pressing.