“Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya,” ujarnya.
Kevin mengakui pihaknya telah menetapkan standar operasional pemasangan nameset. Namun terdapat detail teknis yang tidak diperhitungkan secara maksimal.
“Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini.”
Dia menegaskan Kelme memilih bersikap terbuka atas kejadian tersebut. Langkah evaluasi dan perbaikan akan dilakukan agar masalah serupa tidak terulang.
“Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami. Tinggal bagaimana ‘apa selanjutnya?’ dari Kelme untuk memperbaiki,” tuturnya.