Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau Masih Tinggi, Badan Geologi Ungkap Potensi Letusan
JAKARTA, iNews.id - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Badan Geologi mencatat adanya kecenderungan peningkatan gempa yang berasosiasi dengan aktivitas vulkanik dalam, yang menjadi indikasi suplai magma dari kedalaman.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Meski sejumlah aktivitas kegempaan vulkanik dangkal cenderung menurun, gempa yang berasosiasi dengan vulkanik dalam menunjukkan kecenderungan meningkat.
"Perkembangan dinamika vulkanisme gunung api Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi," kata Lana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau per 11 September 2026 pukul 06.00 WIB, selama periode 10-11 September 2026 tercatat satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa low frequency, 13 kali gempa hybrid/fase banyak, gempa tremor menerus, 28 kali gempa vulkanik dangkal, dan 18 kali gempa vulkanik dalam.
Badan Geologi juga mencatat satu episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Erupsi tersebut berlangsung selama 25 jam.