Akibat kejadian tersebut, bus mengalami kerusakan dan sejumlah koper milik rombongan dilaporkan dijarah. Media officer Persib Bandung untuk EPA, Pandu Persada, juga dikabarkan mengalami kekerasan fisik dalam insiden tersebut.
Dampak kejadian itu tidak berhenti pada kerusakan kendaraan dan kehilangan barang. Erlangga mengungkapkan, para pemain turut mengalami trauma dengan tingkat dampak yang berbeda-beda, terutama dari sisi mental.
"Untuk saat ini yang pasti setiap pemain punya trauma masing-masing karena kejadian tersebut terutama mental pemain," tutur Erlangga.
Erlangga berharap insiden di Batang tidak kembali terjadi. Dia meminta pengawalan terhadap pemain yang berlaga di kompetisi EPA diperketat agar keselamatan mereka lebih terjamin selama perjalanan, termasuk ketika melakoni pertandingan tandang.
"Harapan Saya semoga ke depannya pengawalan lebih ketat untuk pemain EPA One agar kejadian ini tidak terulang kembali, serta untuk suporter lebih bijaksana jika melakukan sebuah tindakan," ujar Erlangga.