Dia juga berharap persoalan yang terjadi di luar lapangan dapat diselesaikan secara baik. Meski demikian, dia menilai setiap pelanggaran tetap harus mendapat tindakan agar tidak terulang pada masa mendatang.
Suyanto menegaskan pertandingan final, sekeras apa pun persaingannya, tetap harus menjadi ajang pembinaan bagi pemain muda. Karena itu, seluruh elemen tim, termasuk ofisial, seharusnya mampu mengendalikan diri.
Menurut dia, keterlibatan ofisial dalam kericuhan akan menjadi perhatian serius Asprov PSSI Kalimantan Barat. Jika terbukti melakukan pelanggaran disiplin, mereka juga akan menerima sanksi.
Suyanto menambahkan proses penjatuhan hukuman dilakukan tanpa pandang bulu. Dia mengaku hingga kini masih menunggu laporan lengkap mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Barat itu mengatakan Komisi Disiplin PSSI Kalbar sedang menyusun laporan resmi terkait kericuhan yang terjadi pada laga final.
Setelah laporan diterima, Asprov PSSI Kalimantan Barat akan segera mengambil keputusan mengenai bentuk sanksi terhadap pemain maupun ofisial yang terbukti terlibat dalam kericuhan Final Piala Soeratin U-15 antara Kubu Raya United dan Gabsis Sambas.