Romario memperkuat Barcelona dari 1993-1995 (Foto: Diario AS)
Reynaldi Hermawan

BARCELONA, iNews.idRomario punya kisah menarik sewaktu memperkuat Barcelona. Dia harus menjebol gawang Real Madrid agar bisa pulang ke kampung halamannya di Brasil.

Kisah itu terjadi pada Januari 1994. Kala itu Barcelona masih dilatih Johan Cruyff.

Suatu ketika Romario minta cuti latihan selama dua hari karena ingin pulang ke negaranya untuk mengikuti karnaval di Rio de Janeiro. Romario minta tambahan waktu sebab perjalanan ke Brasil tidaklah sebentar.

“Saat itu rekan setim saya seperti Michael Laudrup, Hristo Stoichkov, Ronald Koeman, Gheorghe Hagi, dan seorang pemuda dari Yugoslavia (Vucevic), semua berasal dari Eropa. Jarak rumah mereka hanya tiga atau empat jam. Sementara saya di Brasil dan harus menempuh perjalanan seharian lebih,” kata Romario dikutip dari Diario AS, Jumat (20/11/2020).

“Jadi saya meminta kepada Cruyff untuk mendapat waktu libur tambahan. Kami mendiskusikan itu,” ujarnya.

Cruyff akhirnya mengizinkan Romario untuk mudik ke Brasil. Namun dia harus bisa menjebol gawang Madrid minimal dua kali.

Tak tanggung-tanggung, Romario justru tampil beringas di laga bertajuk El Clasico. Dia sukses menorehkan hattrick dan membawa timnya menang 5-0.

“Ketika pertandingan berakhir, saya langsung lari ke ruang ganti. Saya yang pertama ada di sana. Ketika semua orang tiba, saya sudah siap untuk pergi. Saya sudah punya tiket pesawat yang berangkat tepat setelah pertandingan usai,” ucap Romario.

“Pemain lain heran melihat saya. Kemudian Cruyff tiba. Dia menjelaskan kesepakatan kami kepada mereka semua. Mereka tampak tidak menyukainya. Tetapi mereka tetap diam dan menerima kesepakatan itu,” tuturnya.

Sayang, karier Romario di Barcelona tidak bertahan lama. Dia pulang ke negaranya pada 1995 untuk bergabung dengan Flamengo.


Editor : Bagusthira Evan Pratama

BERITA TERKAIT