LIVERPOOL, iNews.id - Drama besar kembali mengguncang Liverpool setelah Mohamed Salah melontarkan komentar pedas di depan media. Di tengah ketegangan antara Salah dan pelatih Arne Slot, muncul kembali cerita lama tentang bagaimana Jurgen Klopp pernah menangani situasi serupa.
Insiden terjadi setelah Liverpool bermain imbang dramatis 3-3 kontra Leeds United. Untuk ketiga kalinya beruntun, Salah tidak masuk starting XI dan bahkan kali ini menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan sama sekali—situasi langka untuk bintang besar seperti dirinya.
Selesai laga, setelah menyapa para pendukung, Salah memberikan wawancara langka dan memilih zona campuran sebagai panggung meluapkan emosinya.
"Sepertinya klub telah menumbalkan saya. Seseorang ingin saya menjadi kambing hitam," kata Salah.
Salah juga menyebut hubungannya dengan Arne Slot kini merenggang.
Pemain berusia 33 tahun itu bahkan tidak dibawa ke laga tandang Liga Champions melawan Inter Milan, dan belum jelas apakah ia akan mendapat hukuman tambahan.
Di tengah kisruh ini, publik kembali menyoroti bagaimana Klopp dulu menangani situasi sensitif terkait pemain frustrasi—termasuk soal unggahan media sosial yang memicu kekisruhan.
Dalam wawancara di The Diary of a CEO, Klopp mengungkap metode uniknya dalam menghukum pemain yang mengunggah postingan bermasalah lalu menghapusnya.
"Kami pernah mengalami situasi di mana seorang pemain mengirim pesan teks atau unggahan di malam hari dan menghapusnya, tetapi saya tetap menyadarinya," jelas Klopp.
Ia tidak menegur secara pribadi, melainkan mengonfrontasi pemain tersebut di depan seluruh ruang ganti, agar pesan yang ingin disampaikan lebih mengena.
“Yang saya lakukan… saya masuk ke ruang ganti, bilang 'tadi malam, ini dan itu terjadi, dihapus, saya tahu isinya, tapi mungkin kamu ingin memberi tahu semua orang," ujarnya.
Klopp menyebut pendekatan itu efektif.
“Saya pikir itu hukuman yang pantas dan hasilnya, tidak ada yang pernah melakukannya lagi.”
Cara Klopp ini dianggap banyak pihak sebagai ‘kode’ tak langsung bagaimana Slot seharusnya merespons ledakan emosi Salah.