JAKARTA, iNews.id - Polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali mencuat. Sejumlah pihak menilai isu tersebut terus digulirkan dengan dugaan motif ekonomi, termasuk melalui penjualan buku bertema Jokowi dan Gibran yang diklaim sebagai bentuk penyampaian kebenaran.
Dalam Program Rakyat Bersuara iNews TV pada Selasa (3/2/2026), muncul pula tudingan adanya upaya restorative justice (RJ) yang melibatkan pihak ketiga atau “broker”.
Tuduhan tersebut dibantah relawan Jokowi yang menegaskan tidak ada broker maupun transaksi, serta menyatakan Presiden Jokowi menghormati proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme peradilan.
Relawan Jokowi juga menegaskan keaslian ijazah Jokowi telah dinyatakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Karena itu, tudingan yang terus disampaikan dinilai tidak berdasar penelitian ilmiah dan berpotensi masuk ranah hukum sebagai pencemaran nama baik.
Editor: Komaruddin Bagja