LaLiga Tegas Perangi Pembajakan Digital di Industri Sepak Bola, Media Sosial Jadi Sasaran Utama

Abdul Haris
Presiden LaLiga Javier Tebas. (Foto: LaLiga)

Praktik tersebut menciptakan persaingan tidak adil. Pihak yang patuh hukum menanggung biaya dan kompleksitas penegakan, sementara pihak lain menikmati keuntungan skala besar tanpa akuntabilitas setara.

LaLiga menegaskan perlindungan hak kekayaan intelektual berlandaskan due process, putusan pengadilan, dan supremasi hukum. Penegakan cepat tetap dapat dilakukan melalui mekanisme audit serta peninjauan lanjutan.

Menuntut kepatuhan hukum dari perantara teknologi dinilai bukan bentuk sensor internet. Langkah ini diposisikan sebagai upaya kolektif melawan penipuan audiovisual terorganisir.

“Jika pembajakan dibiarkan memiliki keunggulan bawaan ‘by design’, maka harga yang harus dibayar akan ditanggung oleh kreator, industri, lapangan kerja, dan pada akhirnya oleh konsumen yang taat hukum,” lanjut Javier Tebas di LinkedIn.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
4 hari lalu

Jaga FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel

4 hari lalu

Simeone Sindir Mourinho usai Derby Madrid: Hormati Wasit dan Jangan Lewati Batas!

4 hari lalu

Mourinho Bawa Bukti Kontroversi Wasit usai Real Madrid Kalah 1-2 dari Atletico, Soroti Dua Insiden

4 hari lalu

Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Los Rojiblancos Bungkam 10 Orang Los Blancos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal