Proses tersebut kemudian dibandingkan Verweij dengan keputusan memilih Van Nistelrooy. Dia mempertanyakan alasan KNVB tidak mengambil Kluivert yang menurut penilaiannya lebih cocok untuk menjadi bagian dari staf Timnas Belanda.
“Agen itu tidak bisa disalahkan karena mengusulkan Ruud van Nistelrooy. Agen tersebut adalah Rodger Linse, yang kebetulan juga merupakan agen Nigel de Jong,” ujar Verweij saat membahas hubungan agen kedua tokoh tersebut.
Verweij juga mengkritik rekam jejak Van Nistelrooy bersama Timnas Belanda. Dia menilai pengalaman Van Nistelrooy di lingkungan Oranje belum cukup untuk menjadi alasan kuat memilih dia.
“Itu sangat aneh. Karena berdasarkan apa yang telah dicapai Ruud van Nistelrooy bersama Timnas Belanda: di bawah Guus Hiddink dan Danny Blind mereka tidak lolos ke Euro 2016, pada 2021 itu bukan kesuksesan besar di bawah Frank de Boer, dan sekarang bersama Ronald Koeman,” tutur Verweij.
Sementara itu, Xavi telah resmi memulai era baru bersama Timnas Belanda setelah proses pencarian pelatih berlangsung cukup panjang. Susunan stafnya kini sudah lengkap dengan empat asisten yang telah diumumkan.
Bagi Kluivert, kegagalan masuk staf Xavi membuat perjalanan karier kepelatihannya kembali menjadi perhatian. Dia sebelumnya memiliki pengalaman menangani sejumlah tim nasional dan klub, sedangkan saat ini namanya sempat masuk dalam dua opsi besar, yakni staf Timnas Belanda atau pelatih Timnas Senegal.
Pada akhirnya, kedua peluang tersebut tidak berujung pada jabatan baru bagi Kluivert. Senegal memilih Vieira, sementara posisi asisten Xavi di Timnas Belanda diberikan kepada Van Nistelrooy.