Perdagangan Manusia Hantui Piala Dunia 2026, FIFA dan Aparat Siaga Penuh

Abdul Haris
FIFA mengantisipasi terjadinya perdagangan manusia sepanjang pagelaran Piala Dunia 2026. (Foto: The Children Trusts)

ATLANTA, iNews.id Perdagangan manusia menghantui Piala Dunia 2026 yang akan dimulai 30 hari lagi di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Jutaan suporter diperkirakan memadati kota-kota tuan rumah selama turnamen berlangsung. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi sindikat kriminal untuk meningkatkan praktik perdagangan manusia.

Ancaman ini tidak hanya terkait eksploitasi seksual komersial, tetapi juga kerja paksa yang kerap meningkat saat ajang olahraga berskala besar digelar.

Craig Timm, Senior Director di Association of Certified Anti-Money Laundering Specialists, mengatakan pelaku kejahatan melihat Piala Dunia sebagai kesempatan meraih keuntungan besar.

“Ketika para pelaku perdagangan manusia melihat ajang seperti Piala Dunia, mereka melihat tanda dolar. Orang yang membayar jasa seksual komersial bisa saja tidak tahu orang yang ditemuinya merupakan korban perdagangan manusia,” ujarnya, dikutip dari WRDW.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
2 jam lalu

Apes! Drake Kalah Taruhan Rp26,9 Miliar usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026

3 jam lalu

Timnas Belanda Dapat Penghargaan FIFA usai Cetak Rekor Memalukan di Piala Dunia 2026

4 jam lalu

Alasan FIFA Ngotot Tambah Kontestan Piala Dunia 2030 Jadi 64 Negara, Timnas Indonesia Ketiban Untung

4 jam lalu

Kemunculan Tom Cruise di Final Piala Dunia 2026 Dikritik Netizen, Alasannya Mengejutkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal