Hodak tidak menampik kepergian Ezra dipicu persoalan menit bermain. Meski statistiknya bersama Persib tidak terlalu mencolok, kontribusinya dinilai selalu terasa setiap kali diberi kesempatan.
“Dia ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain. Kalau kalian ingat, setiap kali dia masuk, dia seperti supersub. Tapi dia tidak senang dengan perannya. Jadi saya memahaminya. Saya menyesal dia pergi,” ungkap Hodak.
Situasi Ezra berubah drastis setelah hijrah ke Persik Kediri. Dia kini menjadi pemain kunci sekaligus dipercaya mengenakan ban kapten, peran yang menunjukkan kepercayaan penuh dari tim pelatih.
Di Super League 2025-2026, Ezra tampil konsisten. Dari 12 pertandingan, pemain berusia 28 tahun itu telah mencatatkan empat gol dan enam assist, kontribusi yang membuatnya menjadi motor serangan Persik Kediri.
Bojan Hodak menegaskan kualitas Ezra sebenarnya tidak pernah diragukan. Perbedaan situasi tim menjadi faktor utama yang membuat performanya kini semakin menonjol.
“Tapi kalian bisa lihat dia bermain bagus di klub lain. Dia menjadi kapten, jadi tentu dia menunjukkan kualitasnya. Kami tidak pernah meragukan itu. Hanya saja situasinya, terkadang pemain ingin bermain lebih banyak,” tutur Hodak.
Penampilan gemilang tersebut membuat Ezra menjadi komoditas panas di bursa transfer paruh musim. Persija Jakarta disebut sebagai salah satu klub yang serius memantau peluang merekrutnya.
Jika transfer tersebut terealisasi, Ezra Walian berpotensi menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi Macan Kemayoran, sekaligus mempertegas pengakuan Bojan Hodak yang kini harus menyaksikan mantan anak asuhnya bersinar bersama klub lain.