Profil Ronny Pasla, Kiper Timnas Indonesia yang Gagalkan Penalti Pele

Abdul Haris
Ronny Pasla dikenal sebagai kiper legenda Timnas Indonesia. (Foto: IST)


Dari Penalti Pele ke Lapangan Tenis 

Usai menutup karier sebagai pesepak bola profesional, Ronny tidak benar-benar meninggalkan dunia olahraga. Dia kembali ke kecintaan lamanya, tenis lapangan, dan mendirikan Velodrome Tennis Club di Jakarta. Di sana, dia aktif sebagai pelatih tenis dan berkontribusi melahirkan banyak pemain muda, memindahkan disiplin dan etos kerjanya dari lapangan sepak bola ke lapangan tenis.

Dalam kehidupan keluarga, meski tidak ada anaknya yang meneruskan jejak sebagai pesepak bola, sebagian mengikuti langkah Ronny di cabang tenis. Fakta ini menunjukkan bagaimana budaya olahraga tertanam kuat di keluarga Pasla, serta bagaimana pengaruh Ronny melampaui satu cabang olahraga saja.

Sepanjang karier, Ronny Pasla juga mengantongi sejumlah penghargaan penting. Dia pernah dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Nasional pada 1972 dan menerima gelar Penjaga Gawang Terbaik Nasional pada 1974. Pada 1967, Ronny juga dianugerahi predikat Warga Utama Kota Medan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya terhadap olahraga dan daerah asalnya.

Warisan Ronny Pasla bagi dunia olahraga Indonesia bukan hanya berupa trofi dan medali. Dia dikenang sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan berdedikasi tinggi, baik ketika memperkuat PSMS, Persija, Timnas Indonesia, maupun saat mendidik atlet tenis di kemudian hari. Dari menahan penalti Pele hingga melatih generasi baru, perjalanan Ronny memberikan inspirasi lintas generasi bagi atlet-atlet muda Tanah Air.

Kepergian Ronny Pasla meninggalkan duka sekaligus pengingat akan besarnya peran dia dalam sejarah sepak bola Indonesia. Profil Ronny Pasla akan terus disebut setiap kali publik menengok kembali deretan kiper terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia, sementara kisah keberhasilannya menggagalkan penalti Pele tetap menjadi salah satu bab paling berharga dalam cerita panjang olahraga nasional.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Emil Audero Tinggalkan Como dan Batal Main di Liga Champions? sang Agen Buka Suara

57 tahun lalu

John Herdman Pasang Target Timnas Indonesia Tak Terkalahkan hingga Oktober 2026

57 tahun lalu

John Herdman Beri Tugas Khusus kepada Beckham Putra di Piala AFF 2026

57 tahun lalu

Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118, Erick Thohir: Jangan Cepat Puas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal